Lompat ke isi utama

Berita

Humas Bawaslu Tidak Boleh "Tipis Telinga", Lolly Suhenty: Kritik Adalah Peluang Bekerja Lebih Baik

Humas Bawaslu Tidak Boleh "Tipis Telinga", Lolly Suhenty: Kritik Adalah Peluang Bekerja Lebih Baik

BOGOR – Bawaslu Kota Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterbukaan informasi dan kepercayaan publik menyongsong agenda kepemiluan mendatang. Komitmen ini diwujudkan lewat partisipasi aktif Bawaslu Kota Cirebon yang diwakili oleh Anggota Bawaslu Kota Cirebon, Nurul Fajri, S.Pd.I., M.I.Kom., bersama jajaran staf kehumasan dalam kegiatan "Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029 Berintegritas" di Bogor, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia ini berlangsung selama tiga hari dari 23 September hingga 25 September 2026. Agenda strategis tersebut dirancang khusus untuk merumuskan langkah-langkah transformatif kehumasan demi mengoptimalkan pengawasan partisipatif masyarakat serta memantapkan komitmen bersama dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas.

Rangkaian acara secara resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty dan Herwyn J.H. Malonda. Dalam sambutan pembukaannya, Lolly Suhenty selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI menekankan pentingnya peran vital humas sebagai jembatan utama informasi dan fondasi kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

Lolly Suhenty menegaskan bahwa jajaran kehumasan Bawaslu tidak boleh "tipis telinga" atau antikritik dalam menjalankan tugasnya. Sejatinya, setiap kritik yang hadir dari masyarakat merupakan peluang emas bagi Bawaslu untuk berbenah dan bekerja lebih baik. Fungsi kehumasan harus mampu bergerak secara informatif, edukatif, dan advokatif agar dapat mendorong masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan, sebab partisipasi publik tidak hanya sebatas hadir dan menyalurkan suara di TPS.

Selama agenda refleksi berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari berbagai narasumber dan ahli di bidang demokrasi serta kepemiluan. Para pakar menyampaikan evaluasi objektif serta kritik konstruktif terhadap kinerja kehumasan Bawaslu yang berjalan saat ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan strategi komunikasi publik ke depan.

Melalui keikutsertaan dalam agenda ini, Bawaslu Kota Cirebon siap mengimplementasikan hasil refleksi dan arahan Bawaslu RI ke dalam kerja kehumasan di daerah. Bawaslu Kota Cirebon bertekad untuk terus menghadirkan konten dan saluran informasi yang makin adaptif, terbuka, serta edukatif guna menggerakkan partisipasi aktif warga Kota Cirebon dalam mengawal demokrasi yang jujur dan adil. (Humas Bawaslu Kota Cirebon)