Lompat ke isi utama

Berita

Humas Bawaslu Kota Cirebon Ikuti Pelatihan Menulis Kreatif

Humas Bawaslu Kota Cirebon Ikuti Pelatihan Menulis Kreatif

BANDUNG (15/12) – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (Bawaslu Jabar – red) kembali menggelar acara “Pembuatan Press Release Lembaga yang Efektif dan Menulis Kreatif Bagi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Dinas Prtanian Kabupaten Bandung. Acara ini penting dilaksanakan sebagai langkah persiapan bagi jajaran Pengawas Pemilu khususnya Hubungan Masyarakat (Humas) dalam menginformasikan kerja-kerja Bawaslu. Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana menyampaikan ucapan selamat datang serta berterima kasih kepada Bawaslu Jabar yang telah memilih Kabupaten Bandung sebagai tempat acara. “Terlebih dalam kegiatan ini di kunjungi langsung oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia. Semoga kita semua bisa menyerap informasi dan ilmu yang akan disampaikan Pimpinan Bawaslu RI”, jelasnya.

Selanjutnya sambutan dari Anggota Bawaslu Jabar, Harminus Koto menjelaskan tentang urgensi dilaksanakannya kegiatan ini. Menurutnya, dalam memaksimalkan kerja-kerja Humas harus dibarengi dengan kemampuan menulis. Dengan baiknya kemampuan menulis, Humas bisa menyebarkan berita kepada masyarakat seperti halnya berita yang ditulis oleh media. “Bawaslu memiliki media masanya sendiri yakni rekan-rekan Humas sebagai ujung tombak dalam menunjukan citra dan kerja-kerja Bawaslu pada masyarakat luas”, ujar Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Jabar.

Membuka acara secara resmi Anggota Bawaslu RI, Herwyn J. H. Malonda memberikan sambutan sekaligus menyampaikan paparan materi “Penulisan Humas” kepada peserta.mengutip dari perkataan Todd Hunt, “Tidak ada PR tanpa keterampilan menulis”. Kutipan tersebut menjelaskan Keterampilan menulis akan melancarkan tugas pokok dan fungsi Humas untuk menjaga hubungan baik dengan publik internal maupun publik eksternal. Hubungan tersebut berlangsung terus menerus secara dinamis, sehingga tidak mungkin bisa dijalin hanya dengan komunikasi lisan, apalagi hanya mengandalkan face to face communications. Saat Bawaslu menjadi pusat pemberitaan media, Humas akan menjadi salah satu sumber yang dicari banyak wartawan. Dalam situasi seperti itu, akan sangat riskan kalau hanya mengandalkan komunikasi lisan. Memberi keterangan tertulis akan lebih baik karena informasinya akan diterima sama oleh semua wartawan, sehingga tidak perlu menyampaikan informasi sama berulang-ulang. “Humas pun akan memiliki alat kontrol jika ada terjadi salah kutip. Selain wajib bisa menulis, tentu saja Humas juga wajib pandai bicara (public speaking) untuk konferensi pers, wawancara, talkshow, dan sebagainya”, pungkas Koordinator Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu RI.

Narasumber lainnya sebagai Penulis dan Konten Kreator di Pemda Kota Bandung dan Pemda Jabar, Avitia Nurmatari menjelaskan tentang “Membuat SIaran Pers dan Copy Writing yang Menarik”. Mengutip dari perkataan Pram, “Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (maka aku akan menulis dengan hati agar abadi pada setiap hati pembacanya). Pernyataan tersebut juga merupakan motivasi bagi rekan-rekan Humas dalam menulis. Dalam membuat siaran pers terdapat tiga jenis yakni: 1). General News, berisi tentang peristiwa atau informasi kegiatan yang ingin disampaikan kepada khalayak; 2). Product Lunch, promosi produk yang didalamnya merinci spesifikasi produk; 3). Event, menjelaskan tentang event yang sedang terlaksana di sebuah tempat.” Akun media sosial lembaga/pemerintah paling sering memberikan pengumuman, kebijakan, kegiatan pejabat, karena memang itu tugas dan fungsinya. Tetapi kita juga harus belajar bagaimana mengemas hal tersebut agar menarik dan bisa ditanggapi masyarakat dengan antusias”, terangnya.

Sebelum acara ditutup, menurut pemaparan narasumber selaku Akademisi Universitas Bakrie dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Herry Hermawan menjelaskan tentang “Siaran Pers”. Siaran pers adalah berita yang ditulis dan didistribusikan oleh bisnis ke penerbit tertentu. Siaran pers bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat. Siaran pers biasanya ditulis untuk menginformasikan sesuatu yang baru dan/atau dianggap penting untuk diketahui oleh publik. Siaran pers yang baik harus ditulis dengan gaya jurnalistik, agar jurnalis mudah mengadaptasi yang kita tulis. “Terdapat 5 tahapan pada dasar-dasar menulis siaran pers yang dibuat berdasarkan segitiga terbalik. Pada lapisan teratas yaitu 1). Siapa, Apa, Kapan, Di mana, Kenapa: Informasi yang paling penting; 2). Informasi pendukung: kutipan kunci; 3). Fakta tambahan: informasi dan kutipan; 4). Latar belakang dan penjelasan alternatif; 5). Informasi yang kurang penting”, tutupnya. (Febrian Ramadhan Nugroho)

Editor: Febrian Ramadhan Nugroho