Sosialisasi Melalui Ular Tangga Demokrasi
|
BANDUNG (22/9) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat mengampu kegiatan sosialisasi yang cukup unik dalam acara yang bertajuk Rapat Dalam Kantor (RDK) “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Tahun 2022: Edukasi Demokrasi” yang dihelat di Mandiri University. Acara dihadiri oleh Zaki Hilmi selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas bersama dengan Drs. H.M. Wasikin Marzuki atau yang kerap disapa Abah Hawas serta Malik Ibrahim selaku Plt. Kabag P2HM Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Sebagai narasumber eksternal menghadirkan pegiat literasi digital, Ahmad Romzy.
Dalam arahnya, Zaki menuturkan bahwa Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal dalam Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pola Hubungan telah bertransformasi menjadi Divisi Pencegahan. "Perubahan nomenklatur ini harus kita sikapi secara positif saja dan tetap teman-teman menjadi tulang-punggung dari setiap tahapan Pemilu 2024 yang akan kita jalankan bersama. Support kita selama ini sangat bermakna. Mari tetap solid dan kita tingkatkan agar kerja-kerja pencegahan dan edukasi demokrasi semakin membentuk kesadaran masyarakat untuk meneruskan strategi pengawasan partisipatif yang semakin masif dalam menjaga demokrasi kita,"tuturnya mengawali kegiatan ini. Ditambahkannya, perubahan ini bukan berarti kita sekadar berpangku tangan dan tidak mengembangkan insiatif, tetapi justru kesempatan emas bahwa denyut nadi pengawasan terus berlangsung dan berdegup kencang.
Sejalan dengan paparan Zaki, Abah Hawas menggarisbawahi perlunya mendorong kuota 30 persen kaum perempuan memiliki representasi dalam ranah kepemiluan. Beliau menilai, tahapan kali ini yang tengah kita hadapi perihal rekrutmen Panwaslu Kecamatan yang menjadi hajat Bawaslu Kabupaten/Kota, untuk Jawa Barat memberikan kesempatan sama terbuka dan transparan bagi siapa saja perempuan yang hendak mendaftar. "Penting dicamkan kepada seluruhnya bahwa jangan sampai proses ini cacat secara prosedural, maladministrasi dan berpotensi kita semua di-DKPP-kan lantaran kecerobohan dan tidak taat regulasi”, tegasnya. Abah Hawas sangat berkomitmen dan terus menekankan bahwa integritas, kejujuran dan kompetensi merupakan modal yang sangat berharga. Jangan sampai dikemudian hari penjaringan Panwaslu Kecamatan ini menimbulkan efek domino dengan cara mendegradasi kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Narasumber kegiatan ini, Ahmad Romzy mengulas perihal edukasi demokrasi berkaitan erat dengan pembelajaran tentang demokrasi, pembelajaran untuk demokrasi serta pembelajaran melalui demokrasi. Ketiga kompenen itu hendaknya sinkron dan harmonis. “Kerja-kerja edukasi kepada pemilih dan publik tidak hanya terpatok pada aspek pemahaman, tetapi harus mampu mempengaruhi bahkan mendewaskan warga agar memahami etika dan nilai-nilai demokrasi yang menghindarkan kita dari segala bentuk kecurangan (electoral frauds)”, jelasnya.
Puncak acara ditutup dengan kegembiraan dengan memainkan ular tangga demokrasi. Satu terobosan yang diprakarsai Bawaslu Jabar agar sosialisasi tidak hanya bermonolog dihadapan ratusan peserta. Dari Ular Tangga Demokrasi, kita belajar tidak curang, pemahaman pengawasan partisipatif sampai core to actions agar berbuat mewujudkan demokrasi bermartabat dan mencerminkan keadilan yang seutuhnya. (Yustiyadi)
Editor: Febrian Ramadhan Nugroho