Lompat ke isi utama

Berita

Sosialisasi Peran Perempuan Dalam Pemilu 2024

Sosialisasi Peran Perempuan Dalam Pemilu 2024

CIREBON (17/9) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan tema "Peran perempuan dalam pemilihan umum Tahun 2024; Evaluasi dan Proyeksi". Acara dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Cirebon Mohamad Joharudin, S.Pd., M.Pd., yang dalam arahannya menyampaikan bahwa penyelenggara pemilu ada 3 yaitu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Adapun tahapan yang sedang berlangsung yaitu tahapan verifikasi administrasi partai politik. “Alasan kenapa Bawaslu Kota Cirebon mengadakan sosialisasi dengan tema peran perempuan dikarenakan keterwakilan 30% perempuan sangat penting seperti yang diamanatkan undang-undang kepemiluan”, jelasnya.

Sementara Komisioner Bawaslu Kota Cirebon Devi Siti Sihatul Afiah, S.Pd.I., M.Pd. selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Data Informasi (SDM Organisasi, Datin) memberikan semangat kepada peserta bagaimana peran perempuan terhadap kebijakan-kebijakan yang pro kepada perempuan. “Bawaslu Kota Cirebon memberikan ruang kepada teman-teman perempuan yang hadir pada kegiatan maupun organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kota Cirebon untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemilu baik sebagai penyelenggara disemua tingkatan seperti Panitia Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan sampai ke Pengawas TPS. Peran perempuan sangat diperlukan untuk mensukseskan kepemiluan”, ringkasnya.

Lainnya Komisioner Bawaslu Kota Cirebon Supriyan, S.H. yang juga sebagai Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubal menyampaikan akan besarnya peran perempuan. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya aturan memperhatikan 30% keterwakilan perempuan, kaum hawa kini mulai eksis untuk bisa bersama-sama membangun bangsa. “Seperti yang kita tahu bahwa Wakil Wali Kota Cirebon, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon bahkan salah satu Komisioner Bawaslu Kota Cirebon adalah perempuan. Besar harapan Bawaslu Kota Cirebon pada pembukaan rekrutmen Panwascam ini bisa diisi oleh perempuan disetiap kecamatannya”, pungkasnya.

Sejalan denga napa yang disampaikan 3 Komisioner Bawaslu Kota Cirebon, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Drs. H. M. Wasikin Marzuki menyampaikan bahwa undang-undang pemilu dalam keterwakilan 30% perempuan  masih ada kata-kata memperhatikan perempuan dan menimbulkan aktifis perempuan mendorong bahwa kata "memperhatikan perempuan" untuk diganti dengan kata lain yang lebih rinci bagi perempuan. Abah, sapaan akrab Wasikin, juga menyampaikan perihal perekrutan Panwascam yang sebentar lagi dilaksanakan yang harus memenuhi 30% keterwakilan perempuan. "Apabila dalam proses perekrutan Panwascam tidak tercapai 30% keterwakilan perempuan, maka akan diperpanjang", ujarnya. Ia pun berpesan agar peserta yang hadir bisa berpartisipasi dalam proses perekrutan panwascam di Kota Cirebon.

Narasumber kegiatan, Prof. Dr. Eti Nurhayati, M.Si. selaku Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan dalil politik dalam Al-Quran ada banyak poin. Ia mengutip salah satunya yakni adanya ayat yang mewajibkan untuk taat kepada Allah, Rasulullah, dan pemimpin. Selain itu, ada juga ayat yang memuat tentang sifat pemimpin dalam QS. Al-Baqarah:247. Di lain aspek, salah satu Profesor di IAIN Syekh Nurjati tersebut juga menyampaikan faktor pendukung partisipasi perempuan dalam kepemiluan. Menurutnya diantara faktor pendukung itu adalah undang-undang yang mengatur kuota 30% keterwakilan perempuan dan potensi kepemimpinan perempuan lebih proyektif. “Namun ada juga faktor penghambat partisipasi perempuan dalam politik. Hal ini sangat mempengaruhi, seperti self concept perempuan lebih rendah dibanding laki-laki, budaya patriarki yang masih kental, kesenjangan structural masih terjadi dalam berpolitik dan motivasi perempuan terlibat dalam politik masih rendah”, terangnya.

Menutup acara, kegiatan dimoderatori oleh H. Masduri S.Sos., M.M. selaku Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Cirebon adapun peserta yang hadir yaitu perwakilan dari GOW, KOHATI, KORPRI, SARINAH, KNPI, Wartawan Perempuan, Fathayat NU, Aisyiah, Nasyi'atul Aisyiah, KPI, Muslimat, SKPP, dan PKK Kota Cirebon. (Reza Dwi Pramana)

Editor: Febrian Ramadhan Nugroho