Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Sosialisasi Risk Assessment Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jabar

Rapat Sosialisasi Risk Assessment Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jabar

BANDUNG (28/2) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cirebon diwakili Ketua Mohamad Joharudin dan Bendahara Dody Saleh Wahyudin mengikuti Rapat Sosialisasi Risk Assesment Menjelang Pemilihan Umum di Lingkungan Bawaslu se-Provinsi Jawa Barat. Ketua Bawaslu Jabar Abdullah mengatakan bahwa Risk Assessment bisa dimulai dari faktor penyelenggara. Artinya, kalau dalam menjalankan tugas kurang profesional berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan. Demikian juga potensi-potensi risiko tugas kelembagaan dalam aspek pengawasan. "Demikian juga dalam hal penindakan harus dijalankan secara profesional. Baik dalam hal pidana, apalagi penanganan administratif yang mutlak ada di Bawaslu  dan ini risikonya lebih tinggi. Seperti orang lagi kampanye dihentikan, tentu berpotensi mereka marah," ujarnya. 

Sementara anggota Bawaslu Jabar H. Yusup Kurnia berpesan bahwa dalam hal Risk Assessment di Bawaslu Jabar agar tidak juga terlalu khawatir dengan kondisi politik Jabar yang santun. Namun, katanya, semua pihak harus mengantisipasi manajemen risiko. Anggota lainnya, Harminus Koto, meminta agar dipetakan potensi-potensi adanya gangguan di dalam tahapan. Tetap, katanya, harus diantisipasi juga berkaitan dengan Risk Assessment ini. Kepala Sekretariat Bawaslu Jabar Eliazar Barus juga menambahkan dalam kegiatan Risk Assessment ini akan melibatkan pihak-pihak terkait.  Dilaporkan Kabag SDM Isti Khoriana bahwa kegiatan ini sangat penting untuk jajaran Bawaslu di Kabupaten/Kota. (MJ)

Editor: Febrian Ramadhan Nugroho