Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Kalangan Mahasiswa
|
CIREBON (30/6) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cirebon menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Kalangan Mahasiswa. Memimpin acara H. Masduri, S.Sos., M.M. selaku Koordinator Sekretariat di damping Ketua Bawaslu Kota Cirebon Mohamad Joharudin, S.Pd., M.Pd. dan Komisioner Devi Siti Sihatul Afiah, S.Pd.I., M.Pd. serta Supriyan, S.H. Sementara sebagai narasumber Bawaslu Kota Cirebon menghadirkan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Drs. HM. Wasikin Marzuki, Wakil Rektor III Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Dr. H. Komarudin, M.Pd. dan Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Dr. H. Ipik Permana, S.IP., M.Si.
Sebagai kata pengantar sebelum acara dibuka, Yu Devi atau panggilan akrab dari Komisioner Perempuan Bawaslu Kota Cirebon mengatakan acara tersebut digelar bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pengawasan dalam kepemiluan. Mengacu akan antusias mahasiswa UGJ, Bawaslu dengan khusus memberikan porsi lebih banyak kepada mahasiswa UGJ dengan menyelenggarakan acara ini, meski dari kampus lain juga di undang. “Mahasiswa ataupun generasi muda merupakan cikal bakal pemimpin di masa mendatang. Berharap mahasiswa melek akan dunia politik serta aturan-aturan mengenai kepemiluan”, ujarnya.
Membuka acara Ang Jo sapaan akrab Ketua Bawaslu Kota Cirebon menyampaikan bahwa meski mahasiswa secara umur belum bisa menjadi bagian dari Bawaslu baik ditingkat Pimpinan Kabupaten/Kota, Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa, Pengawas TPS. Namun demikian mahasiswa bisa berpartisipasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), bahkan bisa juga menjadi Pemantau Pemilu yang mana merupakan mitra dari Bawaslu. “Saat ini Bawaslu sedang membuka pendaftaran Pemantau Pemilu, Berharap mahasiswa ikut serta dalam mengawasi tahapan maupun jalannya Pemilu 2024. Mahasiswa bisa mendaftar sebagai Pemantau Pemilu melalui du acara, baik secara individu maupun Lembaga”, jelasnya.
Sementara H. Komarudin menyampaikan banyaknya potensi yang bisa dilakukan mahasiswa terlebih sudah berkembangnya ilmu pengetahuan serta bisa didapatkan dimana saja tanpa perlu duduk didalam kelas. Mahasiswa khususnya yang berasal dari UGJ bisa mencontoh kesuksesan alumni UGJ seperti Ketua Bawaslu Kota Cirebon. Ia merupakan lulusan asli dari UGJ yang kini telah berperan aktif dalam dunia kepemiluan khususnya di Kota Cirebon. “Kalian semua mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sukses kedepannya, namun perlu di ingat bahwa apa yang kita lakukan hari ini merupakan bekal di masa mendatang”, ringasnya.
Sejalan dengan yang disampaikan narasumber sebelumnya, Ipik Permana menyampaikan tentang peran mahasiswa dalam perkembangan pemilu di Indonesia. Seperti yang di katakan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, untuk menjadi penyelenggara di Bawaslu baik ditingkat kecamatan hingga kebawah minimal berumur 25 tahun. Berbeda dengan tetangga sebelah (KPU) yang mana bisa dibilang tuan hajat dari pesta demokrasi ini memiliki syarat minimal usia 17 tahun baik ditingkat kecamatan, kelurahan, hingga TPS. “Kalian adalah calon pemimpin, jadi pergunakan dan manfaatkanlah sebaik mungkin waktu. Ikut serta dalam kepemiluan adalah suatu kebanggaan apalagi menjadi bagian dalam pengawasan ataupun penyelenggaraan pemilu”, ucapnya.
Sebelum menutup acara, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Wasikin Marzuki mengungkapkan dan mengutarakan perihal kepemiluan di kalangan mahasiswa. Mahasiswa harus cermat dalam menelaah aturan-aturan kepemiluan serta harus berani melaporkan bila melihat atau menyaksikan pelanggaran baik dalam tahapan maupun saat pemilihan. Sulitnya mencari pemimpin yang baik bisa terpecahkan bila orang-orang yang baik ikut serta dalam politik dan terjun mencalonkan diri. “Saya berharap kedepan atau bahkan di Pemilu 2024 ada calon baik DPR RI, DPD, DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota yang muncul dari kalangan mahasiswa atau alumni UGJ. Mengingat UGJ adalah salah satu universitas lama di Kota Cirebon yang memiliki banyak alumni, ini merupakan potensi baik bila maju dalam pemilihan karena pasti banyak yang mendukung selagi visi dan misinya sejalan”, tutupnya. (Febrian Ramadhan Nugroho)
Editor: Febrian Ramadhan Nugroho